MES vs MOM: memahami perbedaannya sebelum memilih platform manufaktur

Terbit:

MOM
Jawaban singkatnya

MOM (Manufacturing Operations Management) adalah istilah dalam ISA-95 yang mencakup seluruh aktivitas Level 3: production, quality, maintenance, dan inventory operations. MES sejak awal fokus pada eksekusi produksi. Sekarang keduanya sering dipakai bergantian, tetapi bedanya tetap penting saat menilai cakupan sebuah solusi.

Dua istilah yang sering dianggap sama

MES dan MOM hampir selalu muncul bersamaan saat perusahaan mulai menilai teknologi manufaktur.

Sebagian vendor memakai keduanya bergantian. Sebagian lagi menganggapnya kategori produk yang berbeda. Akibatnya, batas di antara keduanya makin kabur.

Kebingungan ini sebenarnya cukup wajar.

MES (Manufacturing Execution System) lahir dari kebutuhan industri untuk mengendalikan jalannya produksi di lantai pabrik. Fokusnya memastikan production order dijalankan sesuai rencana, mencatat aktivitas produksi, dan menghubungkan orang, material, serta equipment selama proses berlangsung.

MOM (Manufacturing Operations Management) berasal dari ISA-95 (IEC 62264). Standar ini memakai istilah MOM untuk seluruh aktivitas operasional di Level 3, yaitu lapisan di antara sistem bisnis dan sistem kontrol.

Dengan kata lain, MES adalah bagian dari MOM, sedangkan MOM adalah kerangka yang lebih luas untuk mengelola operasi manufaktur.

Empat kategori menurut ISA-95

ISA-95 membagi aktivitas Level 3 ke dalam empat kategori utama.

KategoriYang dikelolaPertanyaan yang dijawab
Production operationsEksekusi produksi, dispatching, dan pencatatan hasilOrder ini sedang berada di tahap mana?
Quality operationsPemeriksaan, pengujian, deviasi, dan disposisiApakah produk ini memenuhi spesifikasi?
Maintenance operationsPreventive maintenance, corrective maintenance, dan kondisi equipmentApakah equipment siap digunakan?
Inventory operationsMaterial, lot, lokasi, dan ketersediaanMaterial mana yang tersedia dan boleh digunakan?

Menariknya, keempat kategori ini tidak pernah benar-benar berdiri sendiri.

Produksi bergantung pada ketersediaan material.

Material bisa diblokir oleh quality.

Maintenance bisa menghentikan mesin.

Genealogy membutuhkan data dari semuanya.

Karena itulah ISA-95 tidak memperlakukannya sebagai modul-modul terpisah, tetapi sebagai satu lapisan operasional yang saling bertukar informasi.

Bedanya baru terasa saat Anda mulai membandingkan vendor

Dalam obrolan sehari-hari, menyebut sebuah produk MES atau MOM mungkin tidak terlalu penting.

Namun situasinya berubah saat perusahaan mulai membandingkan vendor.

Banyak produk yang dijual sebagai MES sebenarnya hanya mencakup production operations.

Tidak ada yang salah dengan itu.

Masalahnya muncul saat perusahaan baru sadar bahwa quality, maintenance, dan inventory harus ditangani sistem lain.

Dampaknya tidak selalu terlihat di awal.

  • Material dikelola di dua sistem.
  • Status quality tidak langsung berpengaruh ke proses produksi.
  • Jadwal maintenance tidak terlihat oleh planner produksi.
  • Genealogy harus disusun dengan menggabungkan data dari beberapa aplikasi.

Yang awalnya terlihat seperti keputusan sederhana berubah menjadi proyek integrasi yang jauh lebih besar.

Ini bukan berarti semua fungsi harus berada dalam satu platform.

Banyak perusahaan memakai LIMS untuk quality atau CMMS untuk maintenance, dan hasilnya sangat baik.

Yang penting, keputusan itu diambil dengan sadar, bukan baru ketahuan setelah implementasi berjalan.

Pertanyaan yang lebih berguna daripada “ini MES atau MOM?”

Pertanyaan soal label produk biasanya dijawab dengan bahasa pemasaran.

Pertanyaan berikut lebih ampuh mengungkap kemampuan sistem yang sebenarnya.

  • Jika sebuah batch ditahan oleh quality, apakah produksi akan berhenti secara otomatis?
  • Jika maintenance menjadwalkan mesin berhenti, apakah planner produksi tahu?
  • Saat operator memilih lot material, siapa yang mengecek statusnya?
  • Berapa banyak sistem yang harus diakses untuk menyusun genealogy sebuah batch?

Jawabannya akan menunjukkan apakah data benar-benar terhubung, atau hanya disinkronkan.

Perbedaannya sangat besar.

Data yang berasal dari satu model selalu lebih konsisten daripada data yang dipindahkan lewat integrasi.

Batas antara MOM dan ERP

Kebingungan lain muncul karena banyak vendor ERP menambahkan fungsi operasional ke produknya, sementara banyak vendor MOM mulai menawarkan fitur perencanaan.

Batas yang paling mudah dipahami ada pada tujuan masing-masing.

ERP berfokus pada perencanaan dan komitmen bisnis.

Apa yang harus diproduksi?

Berapa jumlahnya?

Kapan harus dikirim?

Berapa biaya yang dibutuhkan?

MOM berfokus pada pelaksanaan operasional.

Apa yang sedang diproduksi?

Apa yang benar-benar terjadi di lantai produksi?

Apa penyebab keterlambatan?

Bagaimana kualitas hasilnya?

Secara sederhana, ERP melihat manufaktur dari sudut pandang bisnis.

MOM melihat manufaktur dari sudut pandang operasional.

ERP bekerja dalam satuan hari dan minggu.

MOM bekerja dalam satuan menit, shift, dan kejadian.

Karena itu, produk yang mengaku bisa mengerjakan keduanya perlu dinilai lebih dalam untuk melihat fokus utamanya.

Posisi VECHR MES

VECHR MES memakai istilah MES, tetapi cakupan platformnya mengikuti model MOM di ISA-95.

Eksekusi produksi, quality, maintenance, dan inventory memakai model data yang sama, jadi informasi tidak perlu dipindah antar-aplikasi untuk membentuk konteks operasional.

Hold dari quality bisa langsung menghentikan proses berikutnya.

Maintenance yang sudah dijadwalkan ikut diperhitungkan oleh Advanced Scheduling.

Status material dicek saat Consume Material dijalankan.

Genealogy terbentuk otomatis karena hubungan antara material, equipment, order, operator, dan hasil produksi memang sudah tercatat dalam satu model.

Pendekatan ini mengurangi kebutuhan integrasi internal, dan keputusan di lantai produksi bisa diambil dari data yang konsisten, bukan dari hasil sinkronisasi antar-sistem.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah MOM hanya nama baru untuk MES?

Tidak sepenuhnya. MOM adalah istilah ISA-95 untuk seluruh aktivitas di Level 3, sedangkan MES lahir dari praktik industri yang fokus pada eksekusi produksi. Dalam pemasaran keduanya sering dipakai bergantian, tetapi secara konsep MOM cakupannya lebih luas.

Apakah semua kategori MOM harus diimplementasikan sekaligus?

Tidak. Banyak perusahaan mulai dari eksekusi produksi, lalu menambahkan quality, inventory, atau maintenance bertahap. Yang penting, pahami dulu cara data berpindah saat fungsi-fungsi itu ada di sistem yang berbeda.

Istilah mana yang sebaiknya dipakai di dokumen tender?

Jika ruang lingkupnya mencakup quality, inventory, dan maintenance, istilah MOM lebih tepat. Jika fokusnya hanya pada eksekusi produksi, istilah MES sudah cukup. Apa pun istilahnya, jelaskan kemampuan yang dibutuhkan secara rinci supaya tidak ditafsirkan berbeda.

Apakah ISA-95 mengharuskan MOM dibangun sebagai satu sistem?

Tidak. ISA-95 mendefinisikan aktivitas dan aliran informasi, bukan arsitektur software. Setiap kategori boleh dijalankan sistem yang berbeda, asal pertukaran informasinya berjalan baik.

Di mana batas antara MOM dan ERP?

ERP mengelola perencanaan dan komitmen bisnis, seperti permintaan, kapasitas, pembelian, dan biaya. MOM mengelola aktivitas operasional di lantai produksi. Cara termudah membedakannya adalah dari rentang waktunya: ERP bekerja dalam hitungan hari atau minggu, MOM dalam hitungan shift, menit, dan kejadian produksi.

Lanjut baca

Minta Walkthrough