Advanced Scheduling (AS)

Penjadwalan berkapasitas terbatas yang memahami mesin, tangki, dan pompa

Bukan sekadar kalender produksi. Scheduler memahami karakter tiap resource: cycle time mesin, kapasitas dan hold time tangki, laju alir pompa. Dari situ jadwal disusun berdasarkan constraint yang benar-benar ada di lantai produksi.

Yang dicakup scheduling

  • Empat strategi penjadwalan dalam satu engine Gunakan Forward untuk menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin, Backward untuk memenuhi target waktu secara just-in-time, Leveling untuk menyeimbangkan beban, atau Drum-Buffer-Rope untuk menjaga throughput di sekitar bottleneck.
  • Dirancang untuk manufaktur diskret dan proses Scheduler memahami constraint yang berbeda untuk mesin, tangki, dan pompa, termasuk kapasitas, minimum dan maximum hold time, cleaning, cooldown, serta maintenance window.
  • Pipeline lot untuk meningkatkan throughput Satu order dapat dibagi menjadi lot yang mengalir secara independen dan saling overlap antarproses, sehingga pekerjaan tidak harus menunggu seluruh order selesai sebelum proses berikutnya dimulai.
  • Memperhitungkan kapasitas tenaga kerja Jadwal dapat menggunakan pola shift yang kompleks, mulai dari DuPont dan Panama hingga rotasi kustom, sekaligus memperhitungkan ketersediaan tenaga kerja sebagai bagian dari constraint.
  • Interactive Gantt untuk mengendalikan jadwal Lakukan rescheduling dengan drag-and-drop, kunci slot yang penting, jalankan perubahan secara massal, lihat utilisasi resource, dan identifikasi lebih awal risiko kekurangan material atau keterlambatan order.

Setiap resource punya cara kerja dan constraint sendiri

Mesin, tangki, dan pompa tidak bisa diperlakukan dengan rumus yang sama. Scheduler menghitung durasi berdasarkan karakter resource yang digunakan, bukan sekadar angka durasi yang dimasukkan secara manual.

Tipe resourceCara durasi ditentukan
MachineSetup time ditambah cycle time yang dikalikan dengan kuantitas produksi.
TankBerdasarkan volume dan hold time. Jika volume melebihi kapasitas, scheduler dapat mengalokasikan ke tangki berikutnya dengan tetap memperhatikan koneksi perpipaan yang tersedia.
PumpBerdasarkan volume dibagi laju alir. Durasi transfer dihitung dari kapasitas aliran pompa, bukan dimasukkan secara manual.

Constraint per resource dapat mencakup kapasitas tangki, minimum dan maximum hold time, cleaning, cooldown, maintenance window, serta pump rate untuk proses masuk dan keluar.

Okupansi tangki dihitung dari awal sampai akhir

Tangki intermediate digunakan sejak proses pengisian dimulai sampai seluruh isinya dipindahkan keluar. Menghitung hanya waktu dwell dapat membuat jadwal terlihat kosong, padahal tangki masih terikat oleh proses yang berjalan.

FaseDurasiContoh pada 1000 kg
Fill inVolume lot ÷ pump rate in1000 L ÷ 100 L/menit = 10 menit, dapat berjalan bersamaan dengan pump-out di proses sebelumnya
WaitMinimum hold time30 menit, tanpa overlap
Fill outVolume lot ÷ pump rate out1000 L ÷ 50 L/menit = 20 menit, dapat berjalan bersamaan dengan proses di hilir
Total okupansi60 menit, bukan hanya 30 menit waktu hold

Empat strategi, satu engine

  • Forward Menjadwalkan pekerjaan secepat mungkin dari tanggal mulai yang tersedia, cocok ketika target utamanya adalah menyelesaikan produksi lebih awal.
  • Backward Menghitung jadwal mundur dari tanggal jatuh tempo, sehingga material dan resource tidak digunakan lebih awal dari yang diperlukan.
  • Leveling Mendistribusikan beban kerja ke resource yang tersedia agar kapasitas tidak menumpuk pada satu resource sementara resource lain menganggur.
  • Drum-Buffer-Rope Mengidentifikasi resource yang menjadi constraint dan menjaga aliran produksi di sekitarnya agar bottleneck tidak menghambat throughput keseluruhan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Yang biasanya ingin dipastikan planner sebelum mempercayakan jadwal produksinya ke sistem.

Apakah scheduler ini menangani manufaktur proses atau hanya manufaktur diskret?

Keduanya. Mesin, tangki, pompa, kapasitas, hold time, dan topologi perpipaan dapat menjadi constraint penjadwalan secara langsung, sehingga manufaktur proses tidak perlu diperlakukan sebagai pengecualian.

Apakah kami harus menentukan bottleneck terlebih dahulu?

Tidak. Dengan Drum-Buffer-Rope, scheduler dapat mengidentifikasi resource yang menjadi constraint dan menyusun jadwal untuk menjaga throughput di sekitarnya.

Apakah cleaning dan cooldown ikut diperhitungkan?

Ya. Cleaning, cooldown, maintenance window, kalender kerja, dan ketersediaan tenaga kerja dapat menjadi bagian dari constraint resource, sehingga jadwal lebih mencerminkan kondisi operasional sebenarnya.

Lanjut baca