Bukan sekadar kalender produksi. Scheduler memahami karakter tiap resource: cycle time mesin, kapasitas dan hold time tangki, laju alir pompa. Dari situ jadwal disusun berdasarkan constraint yang benar-benar ada di lantai produksi.
Scheduling finite-capacity yang tahu tangki bukan mesin. Cleaning, hold time, laju pompa, dan tenaga kerja masuk ke setiap rencana.
Saat ini Jadwal mengabaikan waktu cleaning dan hold.
Dengan VECHR MES Cleaning, cooldown, dan hold time menjadi constraint nyata.
Saat ini Tangki dan pompa dijadwalkan seperti mesin.
Dengan VECHR MES Volume tangki dan laju pompa menentukan durasinya.
Saat ini Bottleneck baru ketahuan setelah terjadi.
Dengan VECHR MES Forward, backward, leveling, dan Drum-Buffer-Rope melindunginya.
Mesin, tangki, dan pompa tidak bisa dihitung dengan rumus yang sama. Scheduler menghitung durasi dari karakter resource yang dipakai, bukan dari angka yang diketik manual.
| Tipe resource | Cara durasi ditentukan |
|---|---|
| Machine | Setup time ditambah cycle time dikali jumlah produksi. |
| Tank | Berdasarkan volume dan hold time. Kalau volume melebihi kapasitas, scheduler bisa memakai tangki berikutnya, sesuai sambungan pipa yang ada. |
| Pump | Volume dibagi laju alir. Lama transfer dihitung dari kapasitas pompa, bukan diketik manual. |
Constraint per resource bisa mencakup kapasitas tangki, hold time minimum dan maksimum, cleaning, cooldown, maintenance window, serta pump rate masuk dan keluar.
Tangki intermediate sudah terpakai sejak pengisian dimulai sampai isinya habis dipompa keluar. Kalau yang dihitung hanya waktu dwell, jadwal terlihat kosong padahal tangkinya masih terisi.
| Fase | Durasi | Contoh pada 1000 kg |
|---|---|---|
| Fill in | Volume lot ÷ pump rate in | 1000 L ÷ 100 L/menit = 10 menit, bisa berjalan bersamaan dengan pump-out di proses sebelumnya |
| Wait | Minimum hold time | 30 menit, tanpa overlap |
| Fill out | Volume lot ÷ pump rate out | 1000 L ÷ 50 L/menit = 20 menit, bisa berjalan bersamaan dengan proses hilir |
| Total okupansi | — | 60 menit, bukan hanya 30 menit hold |
Pindah dari satu produk ke produk lain jarang butuh waktu yang sama. Changeover Matrix menyimpan waktu setup antara dua produk tertentu, dan scheduler mengurutkan pekerjaan berdasarkan itu.
Setiap jenis kapasitas bisa ditegakkan atau hanya dilaporkan. Pengaturannya ada di Settings, bagian Capacity Enforcement.
| Pengaturan | Default | Saat dimatikan |
|---|---|---|
| Enforce Material | Off | Tetap dijadwalkan, kekurangannya dilaporkan. |
| Enforce Labor | Off | Dijadwalkan ke shift yang tipis, kekurangannya dilaporkan. |
| Enforce Resource Horizon | On | Pencarian melewati jendela waktu, kelebihannya dilaporkan. |
Kapasitas mesin, volume tangki, serta aturan pengisian, cleaning, dan cooldown selalu ditegakkan. Pengaturan ini tidak pernah melonggarkannya.
Hal yang biasanya ingin dipastikan planner sebelum memercayakan jadwal produksi ke sistem.
Keduanya. Mesin, tangki, pompa, kapasitas, hold time, dan topologi pipa bisa langsung menjadi constraint scheduling. Manufaktur proses tidak perlu diperlakukan sebagai pengecualian.
Tidak. Dengan Drum-Buffer-Rope, scheduler mencari sendiri resource yang menjadi constraint dan menyusun jadwal untuk menjaga throughput di sekitarnya.
Ya. Cleaning, cooldown, maintenance window, kalender kerja, dan ketersediaan tenaga kerja bisa menjadi constraint resource, jadi jadwalnya lebih dekat dengan kondisi nyata.