Lapisan otomasi yang menghubungkan data dari peralatan dengan transaksi yang perlu dijalankan dan dicatat MES. Flow disusun dengan merangkai node di kanvas, dijalankan per zona pabrik, dan tidak pernah masuk produksi tanpa deployment yang disengaja.
Hubungkan event mesin ke transaksi MES dengan merangkai node di kanvas. Tidak ada yang masuk produksi tanpa deployment yang disengaja.
Saat ini Setiap integrasi mesin adalah kode kustom.
Dengan VECHR MES Flow dibangun visual dari node yang sudah tersedia.
Saat ini Perubahan langsung live begitu disimpan.
Dengan VECHR MES Draft, validasi, simulasi, lalu deploy dengan sengaja.
Saat ini Satu kegagalan menghentikan otomasi seluruh pabrik.
Dengan VECHR MES Flow berjalan per zona, masing-masing dengan failover sendiri.
Flow tidak langsung jalan hanya karena sudah selesai dibuat. Setiap flow melewati empat tahap, dan deployment ke produksi selalu keputusan yang disengaja.
| Tahap | Artinya |
|---|---|
| Draft | Flow masih bisa diedit dan belum jalan di mana pun. Ini status awal setiap flow baru. |
| Validate | Struktur flow dicek untuk menemukan masalah sebelum dijalankan. |
| Simulate | Flow dijalankan dengan input contoh untuk mengecek setiap langkah, tanpa menyentuh data produksi. |
| Deploy | Deployment yang disengaja. Baru di tahap ini flow mulai berjalan terhadap proses produksi. |
Update plugin dikirim ke semua pod tanpa menghentikan eksekusi yang sedang jalan. Run yang sudah dimulai tetap selesai dengan versi sebelumnya.
Flow bisa dimulai dengan jadwal cron atau interval, saat nilai data point berubah, atau saat sesuatu terjadi di MES.
| Sumber | Event |
|---|---|
| Production record | Seluruh 11 jenis transaksi. |
| Resource state | Berubah, dicatat, ditutup, di-acknowledge. |
| Unit tracking | Unit dibuat, status unit berubah. |
| Production order | Status berubah, dibuat, diubah, dihapus. |
| Production stock | Diterima, diubah, disesuaikan, status berubah, dihapus. |
| Labour session | Clock-on, clock-off, ganti aktivitas. |
| Pallet | Dibuat, ditutup, dibatalkan. |
Trigger BEFORE bisa memveto operasi, dan otomatis menolak saat timeout. Trigger COMPLETED berjalan tanpa ditunggu. Payload-nya membawa nama yang mudah dibaca di samping setiap ID, dan setiap kuantitas dalam semua satuan yang bisa dikonversi material itu.
| Kategori | Contoh |
|---|---|
| Source | Timer, baca data point, subscribe pesan, input manual, konstanta. |
| Transform | Filter, scale, deadband, script, switch, loop, parallel, error handler. |
| Action | Transaksi MES, notifikasi, lookup master data, call flow, resource state, Certification Check, konversi satuan, pallet, slot scheduling. |
| Integration | REST request, kirim email. |
| Database | SQL Server, PostgreSQL, MySQL. |
| Destination | Publish pesan, tulis data point, log, end. |
Kegagalan ditangani dengan sengaja. Setiap node punya error port, node Error Handler menangkap kegagalan, dan Anda yang menentukan apakah kegagalan yang sudah ditangani tetap dihitung sebagai run gagal. Flow menyimpan revisi, memisahkan revisi yang di-deploy dari yang aktif, dan bisa punya kolaborator.
Pertanyaan yang biasanya diajukan tim otomasi sebelum memercayakan proses produksi pada sebuah flow.
Tidak. Flow baru berjalan setelah deployment yang disengaja, dan sebelumnya harus lolos validasi dan simulasi. Mengubah status menjadi Active saja tidak membuat flow jalan di produksi.
Untuk kebutuhan sehari-hari, tidak. Flow bisa disusun di kanvas drag-and-drop dengan 50+ jenis node dan aksi MES bawaan. Kalau butuh perilaku khusus, TypeScript Plugin SDK bisa dipakai untuk membuat node kustom tanpa mengubah sistem inti.
Eksekusi yang sudah jalan selesai dengan versi plugin sebelumnya. Eksekusi baru memakai versi terbaru. Update tidak butuh downtime, dan tidak ada proses yang berganti versi di tengah jalan.