Production order bukan sekadar angka di ERP. VECHR memeriksa kesiapan material, menentukan kapan order bisa dijalankan, lalu memecahnya menjadi unit yang dapat dilacak sampai ke lantai produksi.
BOM Readiness membandingkan kebutuhan material dari BOM bertingkat dengan stok yang tersedia saat itu. Jika ada material wajib yang belum cukup, masalahnya terlihat sebelum order sampai ke operator.
Di banyak proses manufaktur, satu order menghasilkan material yang kemudian digunakan oleh order berikutnya. VECHR dapat menjaga hubungan tersebut secara langsung, sehingga urutan antar-order tidak hanya bergantung pada koordinasi manual planner.
| Peran | Yang dilakukan |
|---|---|
| Supply order | Memproduksi work-in-progress ke stock buffer, misalnya conching line yang menghasilkan chocolate mass. |
| Finish-to-start dependency | Order berikutnya menunggu supply order menghasilkan WIP dalam jumlah yang dibutuhkan sebelum dapat dimulai. |
| Consuming order | Mengambil WIP dari buffer yang sesuai, dengan tetap mempertimbangkan equipment dan koneksi proses yang tersedia. |
Koneksi proses fisik juga menjadi bagian dari konteks scheduling. Scheduler tidak akan memperlakukan dua equipment sebagai pasangan yang valid jika secara proses memang tidak dapat saling terhubung.
Beberapa pertanyaan yang biasanya muncul saat planner mulai mengatur production order.
BOM Readiness memeriksa kebutuhan material terhadap stok yang tersedia. Jika masih ada material wajib yang kurang, planner dapat melihat kekurangannya sebelum order dirilis ke produksi.
Bisa. Strategi tracking dapat ditentukan sesuai karakteristik material atau produk, termasuk batch, lot, serial, maupun kombinasi di antaranya. Unit Release Manager kemudian membuat unit tracking sesuai aturan tersebut.
Gunakan dependency Finish-to-Start. Order yang membutuhkan WIP akan menunggu supply order menghasilkan material yang dibutuhkan. Scheduling juga mempertimbangkan equipment dan koneksi proses yang tersedia.