Kenapa kami membangun VECHR MES

Terbit:

Kaku Adaptif
Jawaban singkatnya

VECHR MES lahir dari pengalaman kami mengerjakan implementasi industri secara langsung di lapangan. Kami melihat pola yang sama berulang kali: setiap pabrik punya kebutuhan dan cara kerja yang berbeda, sementara MES standar sering kali terlalu kaku untuk mengikutinya. Memaksa core system untuk beradaptasi akhirnya menjadi lambat, mahal, dan sulit dipelihara. Karena itu, VECHR dibangun adaptif sejak awal. Standar enterprise tetap diikuti, tetapi platform-nya cukup fleksibel untuk mengikuti kebutuhan nyata di lantai produksi.

Awalnya dari masalah implementasi

VECHR tidak dimulai dari sebuah ide produk. Semuanya berawal dari pola yang kami lihat berulang kali saat mengerjakan implementasi langsung di lantai produksi.

Setiap pabrik punya cara kerja dan kebutuhan yang berbeda. Bukan sesuatu yang aneh atau terlalu spesifik, hanya konsekuensi dari bagaimana proses produksi benar-benar berjalan.

Ada routing yang perlu bercabang berdasarkan keputusan operator. Ada tangki yang waktu okupansinya bergantung pada pump rate, bukan sekadar waktu yang sudah ditentukan. Ada quality check yang ketika gagal harus langsung menahan unit terkait, bukan menunggu sampai akhir shift.

Hal-hal seperti ini terlihat sederhana ketika dilihat dari prosesnya. Ketika dibawa ke dalam MES yang terlalu kaku, semuanya bisa menjadi rumit.

Semakin sering kami menemui pola yang sama, semakin jelas bagi kami. Masalahnya bukan pada proses di pabrik. Masalahnya adalah ketika software memaksa pabrik mengikuti cara kerja software.

Harga dari “terlalu kaku”

Masalahnya biasanya bukan karena sistem langsung mengatakan, “Tidak bisa.”

Justru sering kali jawabannya adalah, “Bisa, tetapi…”

Kustomisasi mungkin bisa dilakukan, tetapi harus mengubah perilaku core system. Setelah itu, perubahan tersebut harus terus dipelihara setiap kali platform di-upgrade.

Perubahannya mungkin juga bisa dibuat, tetapi membutuhkan waktu berbulan-bulan. Dan ketika akhirnya selesai, kebutuhan di lantai produksi bisa saja sudah berubah lagi.

Yang paling berbahaya adalah ketika solusi akhirnya memang memenuhi requirement secara teknis, tetapi terasa tidak natural bagi operator. Mereka kemudian mulai mencari cara lain untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Dan di situlah biaya sebenarnya muncul.

Ketika operator mulai menghindari sistem, MES tidak lagi menjadi catatan yang bisa dipercaya tentang apa yang benar-benar terjadi di lantai produksi.

Padahal, itulah salah satu alasan utama MES dibangun.

Alternatif yang kami inginkan

Kesimpulannya bukan sekadar membuat MES yang lebih fleksibel lalu mengorbankan standar enterprise.

Justru sebaliknya. Standar seperti ISA-95, ISA-88, 21 CFR Part 11, access control, dan audit trail adalah bagian penting yang membuat sebuah platform dapat dipercaya. Standar bukan yang membuat MES menjadi kaku.

Kekakuan muncul ketika sebuah platform menganggap hanya ada satu cara untuk menjalankan atau memodelkan sebuah proses, lalu menjadikan setiap kebutuhan yang berbeda sebagai pekerjaan custom development.

Karena itu kami mengambil pendekatan yang berbeda.

Bagian yang memang berbeda antar pabrik harus bisa dirancang dan dikonfigurasi sejak awal, bukan diperlakukan sebagai pengecualian.

  • Routing dirancang langsung di canvas, termasuk jalur sequential, paralel, dan conditional rework, tanpa harus mengubah kode.
  • Otomasi antara equipment dan transaksi MES dibangun dengan menghubungkan node, bukan membuat integrasi dari nol.
  • Resource dapat memiliki karakteristik yang berbeda. Mesin, tangki, dan pompa tidak selalu bisa diperlakukan dengan aturan scheduling yang sama, karena cara mereka menggunakan kapasitas memang berbeda.
  • Transaksi dapat disesuaikan dengan kebutuhan proses, tanpa memaksa setiap pabrik mengikuti satu model yang sama.

Dengan pendekatan ini, VECHR tetap memiliki fondasi dan disiplin enterprise. Setiap pabrik tetap punya ruang untuk bekerja dengan cara yang sesuai dengan prosesnya.

Kanvas flow Process Orchestrator dengan trigger peralatan yang disambungkan ke aksi MES lewat node
Otomasi antara peralatan dan transaksi MES: node yang disambung, bukan kode integrasi.

Kalau Anda sedang mengevaluasi MES

Ada dua pertanyaan yang menurut kami penting untuk ditanyakan kepada vendor MES mana pun, termasuk kami:

  1. Kalau proses kami tidak cocok dengan model yang Anda punya, apa yang terjadi? Apakah bisa dikonfigurasi, atau harus menunggu change request dan perubahan pada core system?

  2. Bagian mana yang bisa dikonfigurasi, dan bagian mana yang membutuhkan kode? Batas antara keduanya menentukan seberapa cepat, mahal, dan mudah platform berkembang bersama bisnis Anda.

Kami membangun VECHR MES karena kami terlalu sering melihat batas tersebut berada di tempat yang salah.

Software seharusnya menyesuaikan proses bisnis. Bukan memaksa proses bisnis menyesuaikan software.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

VECHR itu singkatan dari apa?

VECHR adalah singkatan dari Virtual Engineering for Connected Hybrid Resources. VECHR didirikan pada 2022 dan berkantor pusat di Bandung, Jawa Barat, Indonesia.

Apakah "adaptif" berarti software custom?

Bukan. Adaptif berarti VECHR dapat menyesuaikan bagian-bagian yang memang berbeda di setiap pabrik, seperti routing, transaksi, perilaku resource, dan automation flow, melalui konfigurasi dan visual designer. Perubahan tersebut tidak mengharuskan Anda memodifikasi core system yang kemudian harus dipelihara secara terpisah.

Apakah VECHR MES bersaing dengan platform MES enterprise besar?

Di Level 3, iya. Namun pendekatannya berbeda. VECHR dirancang untuk pabrik yang membutuhkan kemampuan MES enterprise tanpa harus menjalani deployment yang memakan waktu bertahun-tahun. VECHR juga vendor-agnostic, sehingga tidak mengharuskan pelanggan bergantung pada ekosistem satu vendor.

Lanjut baca