ISA-88 vs ISA-95: dua standar yang menjawab pertanyaan berbeda
ISA-88 fokus pada cara produk dibuat, terutama di batch manufacturing. Standar ini mendefinisikan model equipment, tahapan proses, dan struktur resep. ISA-95 fokus pada integrasi antara sistem enterprise dan sistem produksi, termasuk cara keduanya bertukar informasi. Keduanya saling melengkapi, tetapi tidak bisa saling menggantikan.
ISA-88 dan ISA-95 sering dianggap sama. Padahal, keduanya membahas hal yang berbeda.
Wajar kalau keduanya tertukar.
Kedua standar dikembangkan oleh organisasi yang sama. Penomorannya mirip. Keduanya memakai hierarki untuk menggambarkan lingkungan manufaktur. Namanya pun sering muncul bersamaan di presentasi, proposal proyek, dan dokumentasi produk.
Akibatnya, banyak orang mengira ISA-88 dan ISA-95 bisa saling menggantikan.
Padahal keduanya menjawab pertanyaan yang berbeda.
- ISA-88 (IEC 61512): Bagaimana produk didefinisikan dan dibuat?
- ISA-95 (IEC 62264): Bagaimana informasi dipertukarkan antara sistem bisnis dan sistem manufaktur?
ISA-88 fokus pada proses produksi.
ISA-95 fokus pada integrasi sistem.
Keduanya saling melengkapi, bukan saling menggantikan.
ISA-88: memisahkan resep dari equipment
ISA-88 lahir dari satu persoalan yang sangat umum di industri proses dan batch.
Di banyak sistem lama, definisi resep ditanam langsung di sistem kontrol milik satu rangkaian equipment.
Akibatnya, resep sangat bergantung pada equipment-nya.
Begitu produksi pindah ke rangkaian equipment lain, resep harus ditulis ulang, diuji ulang, dan divalidasi ulang.
ISA-88 menawarkan cara yang jauh lebih fleksibel.
Definisi produk harus dipisahkan dari equipment yang digunakan untuk memproduksinya.
Untuk itu, ISA-88 memperkenalkan tiga model utama.
Physical model
Model ini menggambarkan struktur fisik fasilitas produksi.
Enterprise → Site → Area → Process Cell → Unit → Equipment Module → Control Module
Procedural model
Model ini menggambarkan cara aktivitas produksi dipecah menjadi tahapan yang lebih kecil.
Procedure → Unit Procedure → Operation → Phase
Phase adalah unit aktivitas terkecil yang masih punya makna operasional.
Contohnya:
- Memanaskan produk hingga 80°C.
- Menambahkan bahan baku.
- Mengaduk selama 20 menit.
- Menunggu hingga tekanan mencapai nilai tertentu.
Phase dijalankan oleh equipment, sedangkan recipe memanggil phase yang dibutuhkan untuk menjalankan proses produksi.
Recipe model
ISA-88 juga mendefinisikan beberapa tingkat recipe.
| Jenis recipe | Cakupan | Pengelola |
|---|---|---|
| General Recipe | Tidak terikat pada equipment | Tim R&D |
| Site Recipe | Disesuaikan dengan kebutuhan lokasi | Tim teknis di setiap site |
| Master Recipe | Disesuaikan dengan equipment di pabrik | Tim produksi atau MES |
| Control Recipe | Dibuat untuk satu batch tertentu | Sistem selama eksekusi berlangsung |
Master recipe berfungsi sebagai template.
Control recipe adalah turunan template itu untuk menjalankan satu batch tertentu.
Konsep inilah yang menjadi fondasi electronic batch record.
ISA-95: menyusun bahasa yang sama untuk semua sistem
Kalau ISA-88 fokus pada proses produksi, ISA-95 fokus pada komunikasi.
Masalah yang ingin dipecahkan ISA-95 cukup sederhana.
ERP, MES, SCADA, histori data, dan berbagai sistem lain harus saling bertukar informasi.
Tanpa standar, setiap integrasi harus dibangun dari nol.
ISA-95 mendefinisikan struktur informasi yang bisa dipakai bersama oleh semua sistem di lingkungan manufaktur.
Standar ini memperkenalkan model lima level yang membagi tanggung jawab setiap lapisan.
Level 4 → Business Planning and Logistics
Level 3 → Manufacturing Operations Management
Level 2 → Monitoring and Supervisory Control
Level 1 → Sensing and Manipulation
Level 0 → Physical Production Process
ISA-95 juga mendefinisikan hierarki equipment.
Enterprise → Site → Area → Work Center → Work Unit
Sekilas, hierarki ini mirip sekali dengan ISA-88.
Bedanya ada di bagian bawah model.
ISA-88 memakai Process Cell dan Unit, yang sangat khas untuk produksi batch.
ISA-95 memakai Work Center dan Work Unit yang lebih umum, jadi bisa diterapkan di manufaktur discrete, batch, maupun continuous.
Kesamaan di tiga level pertama bukan kebetulan.
Kedua standar memang dirancang untuk saling melengkapi.
Perbandingan ISA-88 dan ISA-95
| ISA-88 | ISA-95 | |
|---|---|---|
| Fokus utama | Batch control | Enterprise-control integration |
| Pertanyaan yang dijawab | Bagaimana produk diproduksi? | Bagaimana sistem bertukar informasi? |
| Konsep inti | Equipment, procedure, dan recipe | Level, object model, dan information exchange |
| Cakupan | Aktivitas produksi di dalam pabrik | Integrasi antar sistem |
| Paling relevan untuk | Batch dan process manufacturing | Semua jenis manufaktur |
| Implementasi yang umum | Master recipe | B2MML dan model pertukaran data |
Seperti apa keduanya dipakai di lapangan?
Di implementasi modern, ISA-88 dan ISA-95 biasanya berjalan berdampingan.
Alurnya biasanya seperti ini:
- ERP mengirim production order dengan model informasi yang mengacu ke ISA-95.
- MES menerima order itu.
- MES memetakan order ke master recipe yang disusun dengan pendekatan ISA-88.
- Sistem membuat control recipe untuk batch yang akan dijalankan.
- Produksi berlangsung.
- Hasil produksi dikirim kembali ke ERP dengan model pertukaran data yang sama.
ISA-88 mendefinisikan proses produksinya.
ISA-95 mendefinisikan cara sistem-sistem membicarakan proses itu.
Cara menguji klaim kesesuaian terhadap standar
Banyak vendor mengaku produknya mendukung ISA-88 atau ISA-95.
Klaim seperti itu sebaiknya dicek.
Untuk ISA-88, pertanyaan yang perlu diajukan adalah:
Apakah recipe bisa dipindah ke equipment lain tanpa ditulis ulang?
Kalau definisi prosesnya masih berisi alamat PLC, nama mesin, atau konfigurasi khusus satu equipment, berarti recipe dan equipment belum benar-benar dipisahkan.
Untuk ISA-95, pertanyaan yang lebih relevan adalah:
Apakah model pabrik mendukung banyak plant dan hierarki area yang kompleks?
Banyak sistem masih memakai struktur yang datar.
Struktur seperti itu mungkin masih cukup untuk satu pabrik, tetapi jadi kendala saat perusahaan mulai menambah lokasi baru.
Perlu diingat, ISA-88 dan ISA-95 bukan standar kepatuhan.
Tidak ada sertifikasi resmi yang menyatakan sebuah sistem sepenuhnya memenuhi kedua standar itu.
Nilai keduanya ada di sini: membantu memperkirakan apakah arsitektur sistem tetap relevan saat kebutuhan bisnis berkembang.
Posisi VECHR MES
VECHR MES menerapkan model pabrik yang mengikuti prinsip ISA-95.
Jumlah plant tidak dibatasi, area bisa disusun bertingkat, dan struktur work center maupun resource bisa dikonfigurasi tanpa mengubah arsitektur sistem.
Di sisi lain, definisi prosesnya mengikuti pendekatan ISA-88.
Specification berperan sebagai master recipe, sementara routing menyusun urutan proses, aktivitas paralel, dan jalur rework lewat Routing Designer.
Definisi proses tetap terpisah dari resource yang menjalankannya, jadi perubahan specification tidak memengaruhi order yang sedang berjalan.
Karena kedua model ada dalam satu platform, production order bisa dipetakan ke specification, dijalankan di resource yang tersedia, dan dilaporkan kembali ke sistem lain tanpa menerjemahkan antara dua model yang berbeda.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ISA-88 dan ISA-95 harus digunakan bersamaan?
Tidak selalu. Tujuan keduanya berbeda. ISA-88 lebih relevan untuk mengelola proses batch dan struktur resep, sedangkan ISA-95 untuk integrasi sistem enterprise dengan sistem produksi. Banyak perusahaan memakai keduanya sekaligus karena kedua kebutuhan itu sering muncul bersamaan.
Apakah ISA-88 hanya berlaku untuk industri proses?
ISA-88 dikembangkan untuk batch manufacturing, tetapi prinsip dasarnya sering dipakai juga di industri discrete. Konsep memisahkan definisi produk dari equipment tetap relevan, walaupun penerapannya bisa berbeda.
Apa perbedaan antara control recipe dan master recipe?
Master recipe adalah template yang mendefinisikan cara sebuah produk dibuat. Control recipe adalah turunan template itu untuk menjalankan satu batch tertentu. Dengan kata lain, master recipe mendefinisikan prosesnya, control recipe mencatat pelaksanaannya.
Apakah B2MML bagian dari ISA-95?
Tidak. B2MML adalah implementasi berbasis XML yang mengadopsi model informasi ISA-95. ISA-95 mendefinisikan struktur informasi yang perlu dipertukarkan, sedangkan B2MML menyediakan format teknisnya.
Standar mana yang lebih penting saat memilih MES?
Tergantung jenis manufakturnya. Di industri batch, kemampuan sistem menerapkan konsep ISA-88 biasanya sangat penting. Untuk integrasi antar-sistem dan pengelolaan banyak fasilitas produksi, model ISA-95 biasanya jadi pertimbangan utama.