CPOB dan sistem elektronik: apa yang sebenarnya dituntut dari catatan produksi digital

Terbit:

Jawaban singkatnya

CPOB mengharuskan catatan produksi elektronik memenuhi prinsip data integrity ALCOA+: attributable, legible, contemporaneous, original, accurate, serta complete, consistent, enduring, dan available. Dalam praktiknya, sistem harus mampu mencatat setiap perubahan, mengendalikan akses pengguna, menyediakan audit trail yang tidak dapat dimanipulasi, dan didukung oleh proses validasi yang terdokumentasi.

Yang berubah saat catatan berpindah ke sistem

Catatan bets di atas kertas punya satu sifat yang jarang disadari sampai kertasnya diganti.

Kertas sulit diubah tanpa meninggalkan bekas.

Coretan terlihat. Tulisan tangan bisa dikenali. Halaman yang hilang meninggalkan lubang pada penomorannya.

Sistem elektronik tidak memiliki sifat itu secara bawaan.

Sebuah angka dapat diubah tanpa jejak sama sekali, kecuali sistem memang dirancang untuk meninggalkan jejak.

Karena itu, ketika catatan produksi berpindah ke sistem, CPOB menuntut hal-hal yang tidak pernah diminta dari kertas.

Bukan karena sistem dianggap kurang dapat dipercaya. Melainkan karena sifat yang dulu melekat pada medianya kini harus dibangun secara sengaja.

Pedoman CPOB dari BPOM mengatur cara pembuatan obat yang baik di Indonesia dan mengacu pada pendekatan PIC/S, termasuk untuk sistem terkomputerisasi.

Bagian inilah yang paling sering menjadi titik lemah ketika sebuah pabrik mulai meninggalkan catatan kertas.

ALCOA+: menerjemahkan integritas data ke dalam praktik operasional

Prinsip integritas data biasanya diringkas menjadi ALCOA+.

Akronimnya mudah dihafal. Maknanya baru terlihat ketika setiap huruf diterjemahkan menjadi perilaku sistem yang konkret.

PrinsipYang dituntutWujudnya dalam sistem produksi
AttributableJelas siapa yang melakukanSetiap aksi terikat pada satu identitas pengguna, tanpa akun bersama di area produksi
LegibleDapat dibaca dan tetap terbacaCatatan tetap terbaca sepanjang masa simpan, termasuk setelah sistem diperbarui
ContemporaneousDicatat saat kejadian berlangsungTimestamp berasal dari sistem, bukan diketik ulang oleh operator setelahnya
OriginalCatatan pertama, bukan salinanData mentah dari equipment tersimpan, bukan hanya hasil olahannya
AccurateBenar dan lengkapNilai di luar rentang ditolak saat dimasukkan, bukan diperbaiki belakangan
CompleteTermasuk hasil pengujian ulangRetest tercatat beserta alasannya, tanpa menimpa hasil sebelumnya
ConsistentUrutan waktunya masuk akalTimestamp berurutan dan bersumber dari acuan waktu yang sama
EnduringBertahan sepanjang masa simpanTidak bergantung pada media atau perangkat yang mudah hilang
AvailableDapat diakses saat dibutuhkanCatatan bets dapat ditarik saat inspeksi tanpa proses pemulihan khusus

Dua baris yang paling sering menjadi temuan adalah Attributable dan Contemporaneous.

Menariknya, keduanya berakar pada praktik kerja sehari-hari, bukan pada fitur software.

Tiga hal yang paling sering menjadi temuan

1. Penggunaan akun bersama di area produksi

Kondisi ini hampir selalu berawal dari alasan yang masuk akal.

Terminal di area produksi dipakai bergantian oleh banyak operator. Login berulang memperlambat pekerjaan. Sarung tangan membuat pengetikan password merepotkan.

Maka dibuatlah satu akun bersama untuk setiap lini.

Sejak saat itu, seluruh catatan yang dihasilkan terminal tersebut kehilangan atribusinya.

Sistem hanya mencatat “OPERATOR_LINE3”. Tidak ada cara membuktikan siapa orang di baliknya.

Untuk keperluan CPOB, hal ini melemahkan seluruh catatan dari terminal tersebut, bukan hanya sebagian.

Solusinya bersifat praktis. Login yang cepat, sesi yang mengunci sendiri, dan tanda tangan elektronik yang hanya diminta pada langkah yang memang mensyaratkannya.

Kepatuhan tidak boleh bergantung pada kesediaan orang menanggung hambatan.

2. Audit trail tersedia, tetapi tidak memberikan jawaban

Hampir semua sistem mengklaim memiliki audit trail.

Yang membedakan adalah apakah audit trail tersebut mampu menjawab pertanyaan inspektur.

Audit trail yang berguna mencatat nilai sebelum perubahan, nilai sesudahnya, siapa yang mengubah, kapan, dan atas dasar apa.

Audit trail yang tidak berguna hanya mencatat bahwa sebuah record “diubah” pada waktu tertentu.

Perbedaannya baru terasa ketika inspektur menunjuk satu nilai dan bertanya kenapa nilai itu berubah.

Jawabannya harus ada di dalam sistem, bukan di ingatan seseorang.

Ada satu syarat lain yang sering terlewat.

Audit trail tidak boleh dapat dinonaktifkan.

Jika administrator dapat mematikannya, maka tidak ada cara membuktikan fungsi tersebut sedang aktif ketika sebuah catatan dibuat.

Kemampuan untuk mematikannya saja sudah menjadi masalah.

3. Validasi dianggap selesai setelah implementasi

Kualifikasi sistem melalui IQ, OQ, dan PQ sering diperlakukan sebagai proyek dengan tanggal selesai.

Padahal status tervalidasi hanya bertahan selama sistem tetap sama seperti saat divalidasi.

Setiap perubahan konfigurasi, versi, atau proses menuntut penilaian dampak.

Yang perlu Anda tunjukkan bukan sekadar bahwa validasi pernah dilakukan.

Yang perlu ditunjukkan adalah bahwa sistem yang berjalan hari ini masih berada dalam keadaan tervalidasi.

Karena itulah kemampuan mempromosikan konfigurasi antar lingkungan, dari pengembangan ke pengujian lalu ke produksi, lengkap dengan riwayat perubahan dan kemampuan rollback, bernilai jauh melebihi kenyamanan operasional.

Memahami batas tanggung jawab antara vendor dan pabrik

Ada satu kesalahpahaman yang biayanya mahal.

Membeli sistem yang disebut compliant tidak otomatis membuat pabrik menjadi compliant.

Yang dapat disediakan vendor adalah sistem yang mampu memenuhi persyaratan, beserta dokumentasi pendukungnya.

Yang tidak dapat disediakan vendor adalah bukti bahwa sistem tersebut bekerja dengan benar untuk proses Anda, pada konfigurasi Anda, dengan data Anda.

Tanggung jawab vendorTanggung jawab pabrik
Sistem mampu menghasilkan audit trail yang lengkapAudit trail benar-benar aktif dan ditinjau secara berkala
Kontrol akses tersedia dan dapat dikonfigurasiHak akses sesuai peran, ditinjau, dan dicabut saat tidak diperlukan
Mekanisme tanda tangan elektronik tersediaProsedur menetapkan siapa menandatangani apa dan dengan makna apa
Dokumentasi pengembangan dan pengujian tersediaKualifikasi IQ, OQ, dan PQ dijalankan di fasilitas Anda

Pertanyaan yang layak diajukan kepada calon vendor bukan “apakah sistem Anda sudah compliant”.

Pertanyaan yang lebih tajam adalah:

“Tunjukkan audit trail untuk satu nilai yang diubah, lalu buktikan bahwa fungsi tersebut tidak dapat dinonaktifkan.”

Pertanyaan pertama mengundang jawaban pemasaran.

Pertanyaan kedua hanya bisa dijawab melalui demonstrasi.

Catatan tentang rujukannya

Pedoman CPOB diterbitkan dan diperbarui oleh BPOM, termasuk bagian yang mengatur sistem terkomputerisasi.

Persyaratan serupa berlaku pada CPOTB untuk obat tradisional dan CPKB untuk kosmetik, dengan penyesuaian ruang lingkup.

Edisi pedoman dan penomoran aneksnya dapat berubah dari waktu ke waktu.

Untuk persyaratan yang berlaku bagi kategori produk dan izin edar Anda, rujuk langsung edisi CPOB terbaru dari BPOM.

Artikel ini membahas apa arti persyaratan tersebut bagi sebuah sistem produksi, dan bukan pengganti nasihat regulatori.

Posisi VECHR MES

VECHR MES mencatat setiap aksi produksi beserta identitas pengguna, timestamp sistem, dan konteks prosesnya.

Atribusi terbentuk dari cara datanya dibuat, bukan dari kedisiplinan mengisi formulir.

Audit trail bersifat append-only dan tidak dapat dinonaktifkan dari dalam aplikasi, termasuk oleh administrator.

Kontrol akses dijalankan di sisi server pada setiap aksi, bukan disembunyikan di antarmuka. Artinya hak akses tidak dapat dilewati dengan memanggil API secara langsung.

Tanda tangan elektronik bersifat hash-chained. Setiap tanda tangan terikat pada isi catatan yang ditandatangani, sehingga perubahan apa pun setelahnya akan memutus rantai dan langsung terlihat.

Catatan bets elektronik dapat diekspor sebagai dokumen yang diverifikasi secara independen. Hash dari catatan tercetak dapat diperiksa tanpa perlu login, sehingga verifikasi tidak bergantung pada kepercayaan terhadap sistem penerbitnya.

Untuk menjaga status tervalidasi, konfigurasi dapat dipromosikan dari lingkungan pengembangan ke pengujian lalu ke produksi, lengkap dengan perbandingan perubahan dan kemampuan rollback.

Pembahasan mekanisme yang setara dalam kerangka FDA tersedia di 21 CFR Part 11 untuk manufaktur.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa hubungan CPOB dengan 21 CFR Part 11?

Keduanya mengatur integritas data pada catatan elektronik, tetapi berasal dari yurisdiksi yang berbeda. 21 CFR Part 11 merupakan regulasi FDA di Amerika Serikat, sedangkan CPOB merupakan pedoman BPOM yang mengacu pada pendekatan PIC/S. Prinsip yang diterapkan sangat mirip: data harus dapat ditelusuri, tidak dapat diubah tanpa jejak, dan dapat diverifikasi.

Apakah audit trail boleh dinonaktifkan demi meningkatkan performa sistem?

Tidak. Audit trail yang dapat dimatikan oleh pengguna, termasuk administrator, tidak lagi dapat menjamin integritas data. Kemampuan untuk menonaktifkan fungsi tersebut dapat menjadi temuan audit, terlepas dari apakah fitur itu pernah digunakan atau tidak.

Siapa yang bertanggung jawab terhadap validasi sistem, vendor atau pabrik?

Tanggung jawabnya dibagi. Vendor bertanggung jawab terhadap pengembangan dan dokumentasi sistem, sedangkan pabrik bertanggung jawab membuktikan bahwa sistem tersebut bekerja dengan benar sesuai proses dan konfigurasi yang diterapkan di fasilitasnya. Validasi vendor tidak dapat menggantikan kualifikasi di lingkungan produksi.

Apakah tanda tangan elektronik harus menggunakan biometrik atau sertifikat digital?

Tidak. Yang terpenting adalah tanda tangan tersebut bersifat unik, terhubung dengan catatan yang ditandatangani, tidak dapat digunakan oleh orang lain, dan menunjukkan peran pengguna dalam proses. Kombinasi user ID dan password yang dikelola dengan benar dapat memenuhi persyaratan tersebut.

Apakah spreadsheet masih dapat digunakan untuk catatan yang diatur oleh CPOB?

Secara teknis memungkinkan, tetapi implementasinya sering kali lebih rumit daripada yang diperkirakan. Spreadsheet tetap harus divalidasi dan umumnya tidak memiliki audit trail serta kontrol akses yang memadai tanpa mekanisme tambahan. Banyak temuan audit berasal dari ketidakmampuan membuktikan siapa yang mengubah data, kapan perubahan dilakukan, dan apa yang diubah.

Lanjut baca